Ini Andil Perguruan Tinggi Membentuk Karakter Bangsa Generasi Muda...

Kompas.com - 02/09/2019, 17:14 WIB
Alek Kurniawan

Penulis

KOMPAS.com – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menekankan pentingnya kontekstualisasi wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. Hal ini sebagai upaya merespons tantangan era yang berubah dengan cepat.

"Tantangan bangsa mengalami perubahan. Perang terkini adalah menggunakan model soft power. Cuci otak dengan memanfaatkan lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, hingga teknologi informasi," kata Basarah melalui rilis tertulis, Senin (9/2/2019).

Basarah menegaskan bahwa di dunia maya bisa dengan mudah ditemukan propaganda nilai-nilai dan budaya asing. Mulai dari ekstrimisme agama, paham kebebasan, informasi palsu (hoaks), hingga ujaran kebencian bisa dengan mudah ditemukan di internet.

Baca juga: Golkar dan PDI-P Ingin Penambahan Pimpinan MPR Dibahas Periode Mendatang

Sebagai pengguna internet dan media sosial, tentu saja generasi muda menjadi rentan dan mudah terpapar dengan berbagai propaganda tersebut.

"Tidak jarang generasi muda menelan mentah-mentah informasi tersebut dan turut menyebarkannya tanpa terlebih dahulu melakukan verifikasi" ujar Basarah.

Terhadap fenomena tersebut, perguruan tinggi menurut Basarah memiliki andil penting dalam membentuk Nation and Character lewat wawasan kebangsaan.

Hal ini bisa dimulai dengan menyiapkan tenaga pendidik yang berkarakter Pancasilais. Dengan begini, pengetahuan yang disampaikan tenaga pendidik akan membentuk pola pikir. Pola pikir akan membentuk keyakinan dan perilaku. Perilaku yang diulang terus akan menjadi karakter.

Baca juga: Harapan Besar Pembangunan Bangsa Ada di Tangan MPR Periode 2019-2024

Kedua, imbuhnya, optimalisasi Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 55 Tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Pancasila dalam Kegiatan Mahasiswa di Perguruan Tinggi.

"Diperlukan dukungan dan peran pemerintah untuk memanfaatkan kerja sama dengan organisasi kemahasiswaan seperti ekstra universitas Kelompok Cipayung untuk terlibat membumikan Pancasila di setiap kampus," tegas Basarah.

Terakhir, Basarah juga mengapresiasi kiprah Universitas Islam Malang (Unisma) dalam lansekap pendidikan nasional.

"Harapan kami semoga Unisma terus istiqomah menebar Islam damai, mempropagandakan Islam wasathiyyah atau moderat dengan membawa semangat toleransi dan kebhinekaan," tutup Basarah.

Copyright 2008 - 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com