Bertemu Pimpinan Delegasi Palestina, Puan Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina

Kompas.com - 14/05/2025, 15:28 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketua DPR RI Puan Maharani kembali menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina

Ia menyampaikan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan sekadar isu politik luar negeri, tetapi merupakan amanat konstitusi.

“Konstitusi negara Indonesia telah mengamanatkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Karena itu penjajahan di atas dunia, termasuk di Palestina harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” tegas Puan melalui siaran persnya, Rabu (14/5/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Puan dalam pertemuan bilateral dengan pimpinan Dewan Legislatif Palestina, Mohammad Moussa Subeih Zeidan di sela-sela Sidang Umum ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) yang digelar di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, perjuangan kemerdekaan Palestina juga sejalan dengan semangat Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung yang menolak kolonialisme dalam bentuk apa pun. 

Baca juga: Penulisan Ulang Sejarah RI: Kolonialisme hingga Era Jokowi

DPR RI, lanjut Puan, akan terus mengawal isu kemerdekaan Palestina di forum internasional, seperti PUIC dan Inter-Parliamentary Union (IPU).

“DPR RI mendesak komunitas internasional menghentikan perang di Gaza dan memastikan bantuan kemanusiaan bisa masuk tanpa hambatan,” ucapnya.

Puan juga menegaskan bahwa Indonesia konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui solusi dua negara dengan penetapan Al-Quds sebagai ibu kota Palestina.

Tak hanya menyoroti isu Gaza, Puan juga mendorong peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Palestina, khususnya di bidang ekonomi, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Baca juga: Dorong Kompetensi SDM, Daikin Sambangi Kampus

“Saya mendukung langkah pemerintah Indonesia dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan baik melalui jalur bilateral maupun lembaga kemanusiaan,” tambahnya.

Pada awal pertemuan bilateral, Puan menyampaikan apresiasi kepada Delegasi Parlemen Palestina atas kehadirannya dalam Konferensi ke-19 PUIC yang diselenggarakan di DPR RI.

"Selamat datang di Jakarta. Saya berharap pertemuan ini menjadi momentum yang tepat untuk menegaskan kembali penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Palestina, termasuk dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina," ujarnya. 

Dalam pertemuan tersebut, Puan didampingi oleh Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri, serta anggota BKSAP DPR Gilang Dhielafararez dan Junico Siahaan.

Baca juga: [HOAKS] Pernyataan Trump soal Palestina Akan Berdiri di Perancis

Apresiasi Delegasi Palestina

Delegasi Parlemen Palestina menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan Indonesia terhadap perjuangan mereka. 

Mereka menyebut Indonesia sebagai sahabat sejati yang konsisten menyuarakan kemerdekaan Palestina sejak era Presiden Soekarno hingga kini.

Salah satu anggota delegasi bahkan merasa tersanjung bisa bertemu langsung dengan Puan Maharani, cucu Bung Karno dan putri dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, yang secara langsung pernah mengunjungi Palestina pada 1998.

“Mereka mengatakan sejak era Presiden Sukarno, Palestina selalu merasa ditemani dalam perjuangannya. Hari ini mereka merasa bertemu keluarga,” ungkap Wakil Ketua BKSAP DPR RI Irine Yusiana Roba Putri.

Baca juga: Bilateral Meeting dengan Parlemen Malaysia, Puan Dorong Penguatan Solidaritas Parlemen Negara Islam

Pertemuan bilateral dengan Parlemen Qatar

Selain Palestina, Puan juga melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Ketua Parlemen Qatar, Hamda Bin Hassan. 

Keduanya membahas isu perdamaian global, pemberdayaan perempuan, serta potensi kerja sama di bidang pertahanan, termasuk kolaborasi produksi alutsista dan pelatihan militer.

Untuk diketahui, Indonesia dan Qatar saat ini sedang dalam proses pembentukan kemitraan strategis. Di bidang pertahanan, kedua negara tengah tengah mengembangkan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan atau Defence Cooperation Agreement.

Puan juga menyoroti jumlah warga negara Indonesia (WNI) di Qatar yang mencapai lebih dari 24.000 orang. Ia pun mendorong peningkatan kerja sama ketenagakerjaan profesional.

Baca juga: Sudah Ada BPJS Ketenagakerjaan, Asuransi MBG Dinilai Tak Efisien

“Penunjukan Indonesia sebagai partner country dalam Year of Culture 2023 di Qatar adalah tonggak penting diplomasi budaya. Mari kita lanjutkan warisan ini dengan program-program lanjutan yang melibatkan komunitas muda, seniman, dan pelaku kreatif kedua negara,” ujarnya.

Kedua pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Konferensi ke-19 PUIC yang berlangsung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada 12–15 Mei 2025. 

Para delegasi negara anggota OKI menyampaikan apresiasi atas keramahtamahan Indonesia dalam menyelenggarakan forum parlemen negara-negara Islam tersebut.

Terkini Lainnya
Anggota DPR Aceh Bantah Klaim Pemulihan Listrik 97 Persen, Desak Menteri ESDM Percepat Penanganan

Anggota DPR Aceh Bantah Klaim Pemulihan Listrik 97 Persen, Desak Menteri ESDM Percepat Penanganan

DPR
Komisi X Desak Pemerintah Jamin Hak Pendidikan Anak Terdampak Bencana

Komisi X Desak Pemerintah Jamin Hak Pendidikan Anak Terdampak Bencana

DPR
Kunker ke Semarang, Komisi VI DPR Soroti Serapan Gula Rakyat oleh Pabrik

Kunker ke Semarang, Komisi VI DPR Soroti Serapan Gula Rakyat oleh Pabrik

DPR
Peringati Hati Antikorupsi Sedunia, Puan Maharani: Perempuan Harus Jadi Benteng Awal Melawan Korupsi

Peringati Hati Antikorupsi Sedunia, Puan Maharani: Perempuan Harus Jadi Benteng Awal Melawan Korupsi

DPR
Titiek Soeharto: Perempuan  Punya Peran Penting untuk Mencegah Korupsi

Titiek Soeharto: Perempuan Punya Peran Penting untuk Mencegah Korupsi

DPR
Tingkatkan Daya Saing Global, Komisi VII DPR RI Dorong Transformasi Digital PT PAL

Tingkatkan Daya Saing Global, Komisi VII DPR RI Dorong Transformasi Digital PT PAL

DPR
Sampaikan Hasil Kerja DPR, Puan Pastikan Anggota DPR Bakal Kawal Aspirasi Rakyat

Sampaikan Hasil Kerja DPR, Puan Pastikan Anggota DPR Bakal Kawal Aspirasi Rakyat

DPR
DPR RI Resmi Sahkan RUU Penyesuaian Pidana Jadi UU

DPR RI Resmi Sahkan RUU Penyesuaian Pidana Jadi UU

DPR
Resmi, DPR Tetapkan Pansus RUU Desain Industri dan Pansus RUU Hukum Perdata Internasional

Resmi, DPR Tetapkan Pansus RUU Desain Industri dan Pansus RUU Hukum Perdata Internasional

DPR
Bangun Ikatan Emosional, DPR dan Jurnalis Parlemen Perkuat Komitmen

Bangun Ikatan Emosional, DPR dan Jurnalis Parlemen Perkuat Komitmen "Open Parliament"

DPR
Puan Tegaskan Komitmen RI Perkuat Kerja Sama Strategis dengan China

Puan Tegaskan Komitmen RI Perkuat Kerja Sama Strategis dengan China

DPR
DPR RI–Parlemen Hungaria Bahas Kerja Sama di Bidang Pendidikan hingga Keamanan Siber

DPR RI–Parlemen Hungaria Bahas Kerja Sama di Bidang Pendidikan hingga Keamanan Siber

DPR
Puan Minta Pejabat Jaga Ucapan saat Tanggapi Bencana: Prioritaskan Empati, Bukan Komentar

Puan Minta Pejabat Jaga Ucapan saat Tanggapi Bencana: Prioritaskan Empati, Bukan Komentar

DPR
Tetapkan Pedoman Pengelolaan TVR Parlemen, DPR Perkuat Kualitas Penyiaran untuk Transparansi Informasi Publik

Tetapkan Pedoman Pengelolaan TVR Parlemen, DPR Perkuat Kualitas Penyiaran untuk Transparansi Informasi Publik

DPR
Sampaikan Duka Cita, Adies Kadir Ajak Dunia Usaha Perkuat Pemulihan di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sampaikan Duka Cita, Adies Kadir Ajak Dunia Usaha Perkuat Pemulihan di Aceh, Sumut, dan Sumbar

DPR

Copyright 2008 - 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com