Atasi Pengangguran, Wakil Ketua DPR RI Dorong Kolaborasi Vokasi, Industri, dan Pesantren

Kompas.com - 17/07/2025, 20:38 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia tercatat sebesar 5,32 persen atau setara 7,2 juta jiwa per Februari 2025, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini didominasi oleh lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Cucun Ahmad Syamsurijal menilai tingginya angka pengangguran sebagai beban struktural yang harus dipecahkan.

Salah satu solusi yang diusulkan Cucun adalah melakukan transformasi pendidikan, khususnya di sektor pendidikan vokasi dan pesantren.

Atas dasar itu, Cucun mengadakan Focus Group Discussion ( FGD) bersama SMK Mitra Industri Bekasi dan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2025). Kegiatan ini juga dihadiri Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian.

Baca juga: FGD STIP Jakarta: BPSDM Perhubungan Perkuat Standar Kompetensi Kerja

FGD bersama SMK Mitra Industri Bekasi dan TMMIN menjadi ruang kolaborasi antara dunia usaha, pendidikan vokasi, dan program percepatan transformasi pesantren berbasis keterampilan kerja.

“Kawasan industri MM2100 dan Akademi Toyota telah berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Kami ingin pengalaman ini bisa diintegrasikan dengan dunia pesantren,” ujar Cucun dilansir dari laman dpr.go.id, Rabu (16/7/2025).

Menurut Cucun, kolaborasi ini bertujuan menjembatani ketidaksesuaian antara pendidikan dengan kebutuhan industri.

Sebagai langkah nyata, FGD tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menjalankan proyek percontohan berupa pembinaan di 30 pesantren yang akan dikoneksikan langsung dengan dunia usaha.

Baca juga: BSU 2025 Dicairkan, Ibu Tunggal di Tangerang Gunakan untuk Biaya Anak di Pesantren

Program itu ditargetkan dapat menciptakan lulusan pesantren yang memiliki kompetensi siap kerja, khususnya lulusan dari SMK berbasis pesantren.

“Minimal, setelah lulus mereka tidak lagi kebingungan mencari pekerjaan karena sudah punya off-taker. Ini upaya kami menekan angka pengangguran terbuka,” ungkap Cucun.

Ia juga menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus berpihak secara nyata.

“Jangan sampai anggaran pendidikan tidak berdampak karena tidak tersambung dengan kebutuhan riil industri,” tegas politisi fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Baca juga: Anggota DPR Fraksi PKB Pertanyakan Program Rusun Pesantren Dihapus Kementerian PKP

Secercah harapan

Dalam kesempatan tersebut, Cucun mengungkapkan bahwa SMK Mitra Industri Bekasi dan Akademi Toyota merupakan dua contoh institusi pendidikan yang berhasil menjalin hubungan erat dengan industri.

Akademi Toyota bahkan telah menjadi pusat pelatihan dan pencetak teknisi otomotif yang berstandar global.

Kerja sama serupa diharapkan bisa direplikasi di lingkungan pesantren melalui pendekatan yang kontekstual.

Baca juga: Kemendikdasmen: Pendidikan Dasar Gratis Sekolah Negeri-Swasta Dilakukan Bertahap

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini dan siap memfasilitasi program kolaboratif antara dunia pendidikan dan usaha, termasuk penyusunan kurikulum berbasis industri serta pelatihan guru produktif.

Adapun program kolaborasi yang digagas Cucun telah sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mendorong keterkaitan dan kesesuaian antara pendidikan dan industri.

Selain itu, Presiden Prabowo juga ingin menjadikan pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan vokasi berbasis keunggulan lokal.

Oleh karena itu, Cucun berharap proyek percontohan ini tidak hanya berhenti pada 30 pesantren, tetapi berkembang menjadi program nasional.

“Kami ingin negara hadir mencerdaskan kehidupan bangsa, tidak hanya di atas kertas, tetapi manfaatnya terasa bagi anak-anak muda di seluruh pelosok, termasuk dari pesantren,” ucapnya.

Baca juga: Cek Kesehatan Gratis Mulai Sasar Anak Sekolah, Diawali di Pesantren

Terkini Lainnya
Anggota DPR Aceh Bantah Klaim Pemulihan Listrik 97 Persen, Desak Menteri ESDM Percepat Penanganan

Anggota DPR Aceh Bantah Klaim Pemulihan Listrik 97 Persen, Desak Menteri ESDM Percepat Penanganan

DPR
Komisi X Desak Pemerintah Jamin Hak Pendidikan Anak Terdampak Bencana

Komisi X Desak Pemerintah Jamin Hak Pendidikan Anak Terdampak Bencana

DPR
Kunker ke Semarang, Komisi VI DPR Soroti Serapan Gula Rakyat oleh Pabrik

Kunker ke Semarang, Komisi VI DPR Soroti Serapan Gula Rakyat oleh Pabrik

DPR
Peringati Hati Antikorupsi Sedunia, Puan Maharani: Perempuan Harus Jadi Benteng Awal Melawan Korupsi

Peringati Hati Antikorupsi Sedunia, Puan Maharani: Perempuan Harus Jadi Benteng Awal Melawan Korupsi

DPR
Titiek Soeharto: Perempuan  Punya Peran Penting untuk Mencegah Korupsi

Titiek Soeharto: Perempuan Punya Peran Penting untuk Mencegah Korupsi

DPR
Tingkatkan Daya Saing Global, Komisi VII DPR RI Dorong Transformasi Digital PT PAL

Tingkatkan Daya Saing Global, Komisi VII DPR RI Dorong Transformasi Digital PT PAL

DPR
Sampaikan Hasil Kerja DPR, Puan Pastikan Anggota DPR Bakal Kawal Aspirasi Rakyat

Sampaikan Hasil Kerja DPR, Puan Pastikan Anggota DPR Bakal Kawal Aspirasi Rakyat

DPR
DPR RI Resmi Sahkan RUU Penyesuaian Pidana Jadi UU

DPR RI Resmi Sahkan RUU Penyesuaian Pidana Jadi UU

DPR
Resmi, DPR Tetapkan Pansus RUU Desain Industri dan Pansus RUU Hukum Perdata Internasional

Resmi, DPR Tetapkan Pansus RUU Desain Industri dan Pansus RUU Hukum Perdata Internasional

DPR
Bangun Ikatan Emosional, DPR dan Jurnalis Parlemen Perkuat Komitmen

Bangun Ikatan Emosional, DPR dan Jurnalis Parlemen Perkuat Komitmen "Open Parliament"

DPR
Puan Tegaskan Komitmen RI Perkuat Kerja Sama Strategis dengan China

Puan Tegaskan Komitmen RI Perkuat Kerja Sama Strategis dengan China

DPR
DPR RI–Parlemen Hungaria Bahas Kerja Sama di Bidang Pendidikan hingga Keamanan Siber

DPR RI–Parlemen Hungaria Bahas Kerja Sama di Bidang Pendidikan hingga Keamanan Siber

DPR
Puan Minta Pejabat Jaga Ucapan saat Tanggapi Bencana: Prioritaskan Empati, Bukan Komentar

Puan Minta Pejabat Jaga Ucapan saat Tanggapi Bencana: Prioritaskan Empati, Bukan Komentar

DPR
Tetapkan Pedoman Pengelolaan TVR Parlemen, DPR Perkuat Kualitas Penyiaran untuk Transparansi Informasi Publik

Tetapkan Pedoman Pengelolaan TVR Parlemen, DPR Perkuat Kualitas Penyiaran untuk Transparansi Informasi Publik

DPR
Sampaikan Duka Cita, Adies Kadir Ajak Dunia Usaha Perkuat Pemulihan di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sampaikan Duka Cita, Adies Kadir Ajak Dunia Usaha Perkuat Pemulihan di Aceh, Sumut, dan Sumbar

DPR

Copyright 2008 - 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com