Buka Forum Parlemen WWF Ke-10, Puan: Kelangkaan Air Perlebar Ketimpangan

Kompas.com - 20/05/2024, 19:59 WIB
Ikhsan Fatkhurrohman Dahlan,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Puan Maharani menekankan, pentingnya gotong royong antar sesama pemangku kepentingan demi menghadapi permasalahan di sektor air global.

Hal tersebut dikatakan Puan saat membuka acara Parliamentary Meeting on The Occasion of The 10th World Water Forum (WWF) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Senin (20/5/2024).

Puan mengatakan, saat ini dunia sedang menghadapi berbagai krisis, seperti krisis iklim, ketegangan geopolitik, permasalahan energi, pangan, serta air. Jika tidak diberi perhatian, isu air dapat menjadi sleeping crisis.

“Yang paling ekstrem yaitu kelangkaan air telah menjadi ‘new normal’ di berbagai wilayah di dunia. Kelangkaan air telah memperlebar tingkat ketimpangan, lebih banyak kemiskinan, dan memperburuk kondisi kesehatan manusia,” jelas Puan dalam siaran persnya, Senin.

Baca juga: Buka Fair and Expo WWF 2024 Bali, Puan: Peluang Bagus untuk Promosi

Ia pun menyayangkan bahwa perhatian dunia tidak ditujukan untuk menangani berbagai krisis tersebut.

Menurutnya, perhatian dunia saat ini lebih tertuju pada menghadapi ketegangan geopolitik yang dibuktikan dengan anggaran belanja militer lebih besar dibandingkan anggaran pada sektor air.

“Berbagai negara berlomba-lomba meningkatkan anggaran modernisasi persenjataan,” kata Puan.

Menurut studi Bank Dunia, anggaran belanja global untuk sektor air kurang dari 10 persen dari anggaran belanja militer.

Sementara itu, Food and Agriculture Organization (FAO) menyebutkan, hampir 2 miliar manusia akan mengalami absolute water scarcity atau kelangkaan air mutlak.

Untuk itu, Puan mengimbau kepada seluruh delegasi agar dapat melipatgandakan anggaran belanja pada sektor air.

“Tentu banyak yang akan dapat kami lakukan. Kami melihat telah terjadi misalokasi sumber daya dan pembiayaan di dunia ini. Kami melupakan kepentingan dasar manusia, kepentingan atas air sebagai sumber penghidupan,” tuturnya.

Baca juga: Hadiri WWF 2024, Puan Tegaskan Komitmen Parlemen Dunia dalam Entaskan Persoalan Air

Ketua DPR RI Puan Maharani saat membuka Parliamentary Meeting on The Occasion of The 10th World Water Forum (WWF) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Senin (20/5/2024).DOK. Humas DPR RI Ketua DPR RI Puan Maharani saat membuka Parliamentary Meeting on The Occasion of The 10th World Water Forum (WWF) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Senin (20/5/2024).

Di samping itu, Puan berpendapat bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) tidak akan tercapai jika akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak tidak dapat diwujudkan.

Baca juga: WWF: Bukan Hanya Diskusi, tapi Rencana Aksi dan Integrasi

Oleh karena itu, Puan menilai bahwa Forum Parlemen dalam rangka WWF ke-10 ini merupakan momen yang tepat bagi parlemen dunia untuk saling berkomitmen dalam membuat langkah nyata dalam pemenuhan kebutuhan air.

“Kami harus merumuskan langkah-langkah strategis untuk memastikan ketersediaan, aksesibilitas, dan keterjangkauan air bagi semua,” tegasnya.

Puan melanjutkan, untuk meningkatkan pasokan air bersih memerlukan kerja sama pada tingkat lokal, domestik, dan internasional. Pada tingkat lokal, diperlukan pendekatan kearifan lokal sebagai upaya meningkatkan tata kelola air.

“Di Bali kami mengenal Subak, suatu sistem pengairan khas masyarakat Bali yang menjunjung tinggi semangat gotong royong dan penghormatan terhadap alam,” terang Puan.

Baca juga: Pertahanan Udara WWF Ke-10, TNI Kerahkan Jet Tempur hingga Helikopter Medis

Kemudian, lanjutnya, pada tingkat domestik dapat dilakukan oleh parlemen melalui fungsi anggaran, legislatif, dan pengawasan.

Adapun pada tingkat internasional, kata Puan, kerja sama antar-negara dapat dimaksimalkan untuk mengatasi permasalahan air, khususnya di negara berkembang dan negara miskin.

“Kami dapat saling belajar, bertukar pengalaman, mengidentifikasi inovasi dan praktik-praktik terbaik pengelolaan air di berbagai negara,” paparnya.

Lebih lanjut, Puan menyatakan bahwa akses air merupakan hak asasi manusia yang harus menjadi agenda politik bersama.

“Kita harus berjalan bersama dan berkolaborasi untuk memastikan pasokan air bersih bisa diakses oleh semua tanpa terkecuali. Parlemen harus menjadi motor penggerak perubahan untuk menghadirkan air bersih bagi semua,” ucap Puan.

Baca juga: Digelar Hari Ini, Puan Jelaskan Urgensi Pertemuan Parlemen pada Forum Air Dunia Ke-10

“Karenanya mari bersama-sama memperkuat komitmen untuk menyediakan air bersih untuk semua rakyat yang kita wakili,” sambungnya.

Sebagai informasi, Parliamentary Meeting on The Occasion of The 10th World Water Forum turut dihadiri oleh 231 partisipan dari 49 negara termasuk beberapa negara speaker atau ketua parlemen. Agenda ini pun turut dihadiri oleh Presiden World Water Council (WWC) Loic Fauchon.

Terkini Lainnya
Refleksi Ramadhan di Parlemen, Puan Serukan Solidaritas Tanpa Sekat di DPR

Refleksi Ramadhan di Parlemen, Puan Serukan Solidaritas Tanpa Sekat di DPR

DPR
Anggota DPR Aceh Bantah Klaim Pemulihan Listrik 97 Persen, Desak Menteri ESDM Percepat Penanganan

Anggota DPR Aceh Bantah Klaim Pemulihan Listrik 97 Persen, Desak Menteri ESDM Percepat Penanganan

DPR
Komisi X Desak Pemerintah Jamin Hak Pendidikan Anak Terdampak Bencana

Komisi X Desak Pemerintah Jamin Hak Pendidikan Anak Terdampak Bencana

DPR
Kunker ke Semarang, Komisi VI DPR Soroti Serapan Gula Rakyat oleh Pabrik

Kunker ke Semarang, Komisi VI DPR Soroti Serapan Gula Rakyat oleh Pabrik

DPR
Peringati Hati Antikorupsi Sedunia, Puan Maharani: Perempuan Harus Jadi Benteng Awal Melawan Korupsi

Peringati Hati Antikorupsi Sedunia, Puan Maharani: Perempuan Harus Jadi Benteng Awal Melawan Korupsi

DPR
Titiek Soeharto: Perempuan  Punya Peran Penting untuk Mencegah Korupsi

Titiek Soeharto: Perempuan Punya Peran Penting untuk Mencegah Korupsi

DPR
Tingkatkan Daya Saing Global, Komisi VII DPR RI Dorong Transformasi Digital PT PAL

Tingkatkan Daya Saing Global, Komisi VII DPR RI Dorong Transformasi Digital PT PAL

DPR
Sampaikan Hasil Kerja DPR, Puan Pastikan Anggota DPR Bakal Kawal Aspirasi Rakyat

Sampaikan Hasil Kerja DPR, Puan Pastikan Anggota DPR Bakal Kawal Aspirasi Rakyat

DPR
DPR RI Resmi Sahkan RUU Penyesuaian Pidana Jadi UU

DPR RI Resmi Sahkan RUU Penyesuaian Pidana Jadi UU

DPR
Resmi, DPR Tetapkan Pansus RUU Desain Industri dan Pansus RUU Hukum Perdata Internasional

Resmi, DPR Tetapkan Pansus RUU Desain Industri dan Pansus RUU Hukum Perdata Internasional

DPR
Bangun Ikatan Emosional, DPR dan Jurnalis Parlemen Perkuat Komitmen

Bangun Ikatan Emosional, DPR dan Jurnalis Parlemen Perkuat Komitmen "Open Parliament"

DPR
Puan Tegaskan Komitmen RI Perkuat Kerja Sama Strategis dengan China

Puan Tegaskan Komitmen RI Perkuat Kerja Sama Strategis dengan China

DPR
DPR RI–Parlemen Hungaria Bahas Kerja Sama di Bidang Pendidikan hingga Keamanan Siber

DPR RI–Parlemen Hungaria Bahas Kerja Sama di Bidang Pendidikan hingga Keamanan Siber

DPR
Puan Minta Pejabat Jaga Ucapan saat Tanggapi Bencana: Prioritaskan Empati, Bukan Komentar

Puan Minta Pejabat Jaga Ucapan saat Tanggapi Bencana: Prioritaskan Empati, Bukan Komentar

DPR
Tetapkan Pedoman Pengelolaan TVR Parlemen, DPR Perkuat Kualitas Penyiaran untuk Transparansi Informasi Publik

Tetapkan Pedoman Pengelolaan TVR Parlemen, DPR Perkuat Kualitas Penyiaran untuk Transparansi Informasi Publik

DPR

Copyright 2008 - 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com