Komisi VII Kembali Desak Menristek Percepat Program Konsorsium Penanganan Covid-19

Maria Arimbi Haryas Prabawanti
Kompas.com - Selasa, 5 Mei 2020
Komisi VII Kembali Desak Menristek Percepat Program Konsorsium Penanganan Covid-19KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYKetua Komisi VII Sugeng Suparwoto saat diwawancarai wartawan di kediaman Gubernur Maluku, di Ambon, Rabu (18/12/2019)

KOMPAS.com – Komisi VII Dewan Perwalilan Rakyat (DPR) RI kembali mendesak Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) atau Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) untuk mempercepat program konsorsium mengenai penanganan Covid-19 di Indonesia.

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto kembali mengatakan itu dalam Rapat Kerja (Raker) gabungan secara virtual antara Komisi VI, VII dan IX DPR RI dengan Menristek/Kepala BRIN, Menteri Perindustrian, Menteri BUMN, dan Menteri Kesehatandi Gedung Parlemen, Senayan, Selasa (5/5/2020).

Rapat tersebut juga menjadi Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Lembaga Pemerintahan Non Kementerian (LPNK), yakni BPPT, LIPI, LAPAN, Kepala BPOM, dan Direktur LBM Eijkman.

Sugeng mengatakan kalau pernyataan Komisi VII DPR tersebut merupakan salah satu kesimpulan hasil Raker/RDP Komisi VII dengan Menristek/Kepala BRIN, BPPT, LIPI, LAPAN dan Direktur LBM Eijkman pada Selasa (14/42020). 

Baca juga: Rapat Paripurna DPR Diwarnai Kritik atas Didatangkannya 500 TKA China

Lebih lanjut, pada rapat virtual Selasa (5/5/2020) ini, Sugeng juga meminta Menristek segera mengembangkan inovasi alat kesehatan, seperti portable ventilator, vaksin, dan penemuan obat coronavirus disease 2019 (Covid-19).

"Termasuk juga peta penanganan dan langkah prioritas dalam urgensi penanggulangan Covid-19," tambah Sugeng.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, ia menegaskan, program percepatan ini memerlukan koordinasi dan dukungan yang menyeluruh dari berbagai pihak.

Oleh karena itu, Lanjut Sugeng, Komisi VII mengadakan raker tersebut sebagai bentuk tindakan pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19 di Indonesia.

"Secara khusus kami ingin mengelaborasi tentang sejauh mana koordinasi, hilirisasi, dan komersialisasi produk-produk dari konsorsium riset dan inovasi Covid-19," kata Sugeng.

Raker virtual untuk melaksanakan fungsi pengawasan

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmat Gobel yang membuka Raker virtual tersebut mengatakan pelaksanaan Raker untuk melaksanakan fungsi pengawasan dengan beberapa agenda pembahasan. 

Salah satu agendanya yakni percepatan pencegahan dan penanggulangan akibat penyebarannya Covid-19 yang semakin masif dan merata.

"Berdasarkan data jumlah kasus positif virus corona di Indonesia sudah mencapai 11.587 jiwa," ujar Rachmat Gobel.

Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel membuka raker gabungan secara virtual di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/5/2020).Dok. Humas DPR RI Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel membuka raker gabungan secara virtual di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Rachmat Gobel mengatakan, jumlah kasus positif yang bisa ditemukan mulai dari kota besar hingga pelosok pedesaan ini tergolong angka yang tinggi.

Oleh karenanya, ia mengatakan, pandemi ini memberikan dampak yang kompleks dan meluas. sehingga penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia harus beradu cepat dengan waktu.

Lebih lanjut Gobel menambahkan, saat ini Indonesia tengah menghadapi permasalahan, seperti kurangnya alat bantu pernafasan, test kit pendeteksi Covid-19, serta permasalahan lainnya.

Dengan demikian, menurut Gobel, pengembangan alat kesehatan dapat menjadi salah satu solusi dari permasalahan pemerintah tersebut.

Baca juga: DPR: Anggaran Reses Dapat Digunakan untuk Sembako Warga

"Percepatan konsorsium ini merupakan bagian dari dukungan untuk tugas Gugus Tugas Covid-19 dalam bidang penelitian, pengkajian, dan penerapannya," katanya.

PenulisMaria Arimbi Haryas Prabawanti
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Wakil Ketua DPR Harapkan Hubungan Bilateral Indonesia-Uzbekistan Makin Efektif dan Inovatif
Wakil Ketua DPR Harapkan Hubungan Bilateral Indonesia-Uzbekistan Makin Efektif dan Inovatif
DPR
DPR RI: Program Tapera Harus Untungkan Rakyat
DPR RI: Program Tapera Harus Untungkan Rakyat
DPR
Kerusuhan di AS Meluas, DPR Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI
Kerusuhan di AS Meluas, DPR Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI
DPR
Wakil Ketua DPR: “New Normal” Dapat Dilakukan dengan Baik Dalam Waktu Dekat
Wakil Ketua DPR: “New Normal” Dapat Dilakukan dengan Baik Dalam Waktu Dekat
DPR
Aturan
Aturan "New Normal" Sektor Pendidikan Masih Harus Diperinci
DPR
Soal
Soal "New Normal", Wakil Ketua DPR Minta Semua Pihak Persiapkan Diri
DPR
Pasca-militer China dan India Bentrok, Wakil DPR Minta Kedua Negara Menahan Diri
Pasca-militer China dan India Bentrok, Wakil DPR Minta Kedua Negara Menahan Diri
DPR
Pimpinan DPR: Protokol “New Normal” Diprioritaskan Sesuai Protokol Covid-19
Pimpinan DPR: Protokol “New Normal” Diprioritaskan Sesuai Protokol Covid-19
DPR
Puan Maharani Nilai Pelaksanaan
Puan Maharani Nilai Pelaksanaan "New Normal" Butuh Transparansi Data
DPR
Tingkatkan Imunitas Masyarakat, Wakil Ketua DPR Dukung Perjuangan HMS Melalui Obat Herbal
Tingkatkan Imunitas Masyarakat, Wakil Ketua DPR Dukung Perjuangan HMS Melalui Obat Herbal
DPR
Anggota Banggar DPR Nilai Pemerintah Sepelekan Dampak Sosial Ekonomi Covid-19
Anggota Banggar DPR Nilai Pemerintah Sepelekan Dampak Sosial Ekonomi Covid-19
DPR
Penerjunan TNI-Polri Justru akan Tingkatkan Kedisiplinan Masyarakat Melawan Covid-19
Penerjunan TNI-Polri Justru akan Tingkatkan Kedisiplinan Masyarakat Melawan Covid-19
DPR
Disiplin Tinggi, Kunci Indonesia Menang Lawan Covid-19
Disiplin Tinggi, Kunci Indonesia Menang Lawan Covid-19
DPR
Anggota Komisi III DPR: Kita Tidak Bisa Hidup Berdampingan dengan Covid-19
Anggota Komisi III DPR: Kita Tidak Bisa Hidup Berdampingan dengan Covid-19
DPR
Anggota Komisi XI DPR: Hingga Kini Kami Belum Usulkan Pencetakan Uang
Anggota Komisi XI DPR: Hingga Kini Kami Belum Usulkan Pencetakan Uang
DPR