Seluruh Jemaah Haji Indonesia Sudah di Arafah, Timwas DPR Soroti Krusialnya Fase Armuzna

Kompas.com - 28/05/2026, 20:43 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - Fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi dimulai. Seluruh jemaah haji Indonesia dipastikan telah tiba di Arafah menjelang pelaksanaan wukuf, Selasa (26/5/2026). Keberhasilan mobilisasi jemaah dari Mekkah menuju Arafah menjadi perhatian utama Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI di tengah kompleksitas layanan Armuzna tahun ini.

Anggota Timwas Haji DPR RI Abdul Wachid menyampaikan laporan tersebut saat tiba di Maktab 51 Arafah, Makkah, sekitar pukul 08.30 waktu setempat. Ia memastikan proses pemberangkatan jemaah berlangsung tuntas sejak malam sebelumnya.

“Alhamdulillah, kami laporkan bahwa jemaah haji Indonesia sudah sampai di Arafah tadi malam 100 persen,” ujar Abdul Wachid, dilansir dari laman dpr.go.id, Selasa.

Kepastian seluruh jemaah tiba di Arafah dinilai penting karena wukuf merupakan rukun utama ibadah haji. Pada fase ini, jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di kawasan Arafah dalam waktu hampir bersamaan sehingga membutuhkan pengaturan mobilitas, transportasi, dan layanan yang ketat.

Baca juga: Jemaah Haji Asal Manokwari Ikut Wukuf Safari, Karena Pasang Ring Jantung

Menurut Abdul Wachid, rangkaian ibadah wukuf dimulai setelah masuk waktu zuhur dengan diawali khutbah wukuf. Setelah itu, jemaah menjalani wukuf hingga menjelang petang sebelum melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah dan Mina.

“Hari ini, Selasa (26/5/2026), akan menjalankan ibadah wukuf yang sebentar lagi dimulai dari jam 12, diawali khutbah wukuf dan dilanjutkan melaksanakan wukuf kurang lebih sampai sekitar jam 6 petang,” kata Politikus Fraksi Partai Gerindra itu.

Fase Armuzna selama ini dikenal sebagai tahap paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji karena melibatkan perpindahan massal jemaah dalam waktu singkat. Selain kesiapan armada transportasi, layanan tenda, konsumsi, kesehatan, serta pengaturan arus jemaah menjadi faktor utama yang menentukan kelancaran ibadah.

Oleh karena itu, Timwas Haji DPR RI melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik layanan dan maktab di Arafah untuk memastikan layanan dasar berjalan sesuai rencana. Pengawasan juga difokuskan pada antisipasi keterlambatan pergerakan jemaah dan potensi kepadatan saat perpindahan menuju Muzdalifah dan Mina.

Baca juga: Jemaah Haji Asal Manokwari Ikut Wukuf Safari, Karena Pasang Ring Jantung

Setelah pelaksanaan wukuf selesai, jemaah dijadwalkan bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit dan mengambil batu kerikil sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina guna menjalani lempar jumrah.

“Setelah itu kita lanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah dan Mina,” tutur Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI tersebut.

Keberhasilan pergerakan seluruh jemaah menuju Arafah menjadi indikator penting kesiapan layanan puncak haji tahun ini. Meski demikian, pengawasan dipastikan tetap dilakukan hingga seluruh rangkaian Armuzna selesai guna memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran ibadah jemaah Indonesia.

Terkini Lainnya
Timwas Haji DPR Minta Masalah Fasilitas di Mina Segera Diatasi

Timwas Haji DPR Minta Masalah Fasilitas di Mina Segera Diatasi

DPR
Timwas DPR RI Nilai Pelayanan Haji 2026 Membaik, Jemaah Beri Respons Positif

Timwas DPR RI Nilai Pelayanan Haji 2026 Membaik, Jemaah Beri Respons Positif

DPR
Seluruh Jemaah Haji Indonesia Sudah di Arafah, Timwas DPR Soroti Krusialnya Fase Armuzna

Seluruh Jemaah Haji Indonesia Sudah di Arafah, Timwas DPR Soroti Krusialnya Fase Armuzna

DPR
Modus TPPO Makin Kompleks, DPR Desak Imigrasi Perketat Pengawasan

Modus TPPO Makin Kompleks, DPR Desak Imigrasi Perketat Pengawasan

DPR
Temui Jemaah Haji di Mekkah, Wakil Ketua DPR RI Tampung Masukan soal Konsumsi dan Petugas

Temui Jemaah Haji di Mekkah, Wakil Ketua DPR RI Tampung Masukan soal Konsumsi dan Petugas

DPR
Refleksi Ramadhan di Parlemen, Puan Serukan Solidaritas Tanpa Sekat di DPR

Refleksi Ramadhan di Parlemen, Puan Serukan Solidaritas Tanpa Sekat di DPR

DPR
Anggota DPR Aceh Bantah Klaim Pemulihan Listrik 97 Persen, Desak Menteri ESDM Percepat Penanganan

Anggota DPR Aceh Bantah Klaim Pemulihan Listrik 97 Persen, Desak Menteri ESDM Percepat Penanganan

DPR
Komisi X Desak Pemerintah Jamin Hak Pendidikan Anak Terdampak Bencana

Komisi X Desak Pemerintah Jamin Hak Pendidikan Anak Terdampak Bencana

DPR
Kunker ke Semarang, Komisi VI DPR Soroti Serapan Gula Rakyat oleh Pabrik

Kunker ke Semarang, Komisi VI DPR Soroti Serapan Gula Rakyat oleh Pabrik

DPR
Peringati Hati Antikorupsi Sedunia, Puan Maharani: Perempuan Harus Jadi Benteng Awal Melawan Korupsi

Peringati Hati Antikorupsi Sedunia, Puan Maharani: Perempuan Harus Jadi Benteng Awal Melawan Korupsi

DPR
Titiek Soeharto: Perempuan  Punya Peran Penting untuk Mencegah Korupsi

Titiek Soeharto: Perempuan Punya Peran Penting untuk Mencegah Korupsi

DPR
Tingkatkan Daya Saing Global, Komisi VII DPR RI Dorong Transformasi Digital PT PAL

Tingkatkan Daya Saing Global, Komisi VII DPR RI Dorong Transformasi Digital PT PAL

DPR
Sampaikan Hasil Kerja DPR, Puan Pastikan Anggota DPR Bakal Kawal Aspirasi Rakyat

Sampaikan Hasil Kerja DPR, Puan Pastikan Anggota DPR Bakal Kawal Aspirasi Rakyat

DPR
DPR RI Resmi Sahkan RUU Penyesuaian Pidana Jadi UU

DPR RI Resmi Sahkan RUU Penyesuaian Pidana Jadi UU

DPR
Resmi, DPR Tetapkan Pansus RUU Desain Industri dan Pansus RUU Hukum Perdata Internasional

Resmi, DPR Tetapkan Pansus RUU Desain Industri dan Pansus RUU Hukum Perdata Internasional

DPR

Copyright 2008 - 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com