Komisi II DPR RI: Percepatan Pembangunan Wilayah Perbatasan Butuh “Political Will” dan Strategi Komprehensif

Kompas.com - 28/11/2025, 16:49 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Mardani Ali Sera menegaskan bahwa percepatan pembangunan wilayah perbatasan Indonesia membutuhkan political will yang kuat dan strategi komprehensif.

Pernyataan tersebut disampaikan Mardani saat kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Pengelolaan Perbatasan Wilayah Negara di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu (26/11/2025).

Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan tiga poin utama yang menjadi perhatian Panja. Pertama, political will yang jelas untuk wilayah perbatasan.

Menurut Mardani, masyarakat di perbatasan dapat melihat jelas perbedaan tingkat kesejahteraan antara Indonesia dan negara tetangga, khususnya Malaysia.

Baca juga: Indonesia dan Tingkat Kesejahteraan Tertinggi di Dunia

Ia mencontohkan kebutuhan masyarakat yang masih bergantung pada Malaysia, seperti pembelian gas dan layanan kesehatan.

"Teman-teman masyarakat kita melihat langsung bagaimana kehidupan di Indonesia dan Malaysia. Bahkan, untuk beli gas atau berobat pun masih banyak yang ke Malaysia. Maka harus ada political will yang jelas," ujar Mardani dilansir dari laman dpr.go.id, Kamis (27/11/2025).

Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu pun mendorong Komisi II DPR RI agar pemerintah memberikan perlakuan khusus bagi daerah perbatasan.

Kedua, strategi komprehensif dan kolaboratif. Pasalnya, Mardani menilai bahwa peningkatan kesejahteraan di wilayah perbatasan memerlukan gerakan bersama.

Baca juga: Perkuat Layanan, Asabri Jangkau Wilayah Perbatasan

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya strategi komprehensif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pemerintah daerah (pemda), masyarakat, hingga non-governmental organization (NGO).

"Kalau kita miskin dan sekitar kita juga miskin mungkin tidak terlalu berat. Tapi, kalau kita miskin dan tetangga sangat kaya, itu terasa sekali. Ini butuh kerja bareng-bareng," tegas Mardani.

Ketiga, aspirasi pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB). Selama kunjungan di Sambas, Panja juga mencatat aspirasi masyarakat terkait pembentukan DOB di kawasan perbatasan Kalimantan.

Mardani menyatakan bahwa wacana tersebut patut dipertimbangkan, mengingat pembentukan DOB di Papua pada periode lalu terbukti efektif dalam memperkuat tata kelola dan pelayanan publik.

Baca juga: Pembangunan Gedung Pemerintahan di 4 DOB Papua Fungsional Tahun 2027

"Kalimantan, khususnya wilayah perbatasan, sangat layak mendapatkan DOB baru," ucapnya.

Mardani menyebut, Panja akan mengajak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), kepolisian, dan kementerian teknis lainnya untuk melakukan pemetaan akurat dan merumuskan langkah-langkah kebijakan.

Di tengah keterbatasan ruang fiskal pemerintah pusat, ia menilai kolaborasi multipihak menjadi kunci.

"Ini Panja yang rumit. Fiskal pemerintah sedang tipis, tapi ini tidak bisa ditunda. Kita butuh kolaborasi dengan sektor privat, masyarakat, pemda, kampus, dan semua pihak. Pengelolaan perbatasan harus kuat teknokratis, ekonomis, sekaligus ekologis," ungkap Mardani.

Baca juga: Patroli Bersama di PLBN Ciptakan Keamanan di Wilayah Perbatasan

Terkini Lainnya
Anggota DPR Aceh Bantah Klaim Pemulihan Listrik 97 Persen, Desak Menteri ESDM Percepat Penanganan

Anggota DPR Aceh Bantah Klaim Pemulihan Listrik 97 Persen, Desak Menteri ESDM Percepat Penanganan

DPR
Komisi X Desak Pemerintah Jamin Hak Pendidikan Anak Terdampak Bencana

Komisi X Desak Pemerintah Jamin Hak Pendidikan Anak Terdampak Bencana

DPR
Kunker ke Semarang, Komisi VI DPR Soroti Serapan Gula Rakyat oleh Pabrik

Kunker ke Semarang, Komisi VI DPR Soroti Serapan Gula Rakyat oleh Pabrik

DPR
Peringati Hati Antikorupsi Sedunia, Puan Maharani: Perempuan Harus Jadi Benteng Awal Melawan Korupsi

Peringati Hati Antikorupsi Sedunia, Puan Maharani: Perempuan Harus Jadi Benteng Awal Melawan Korupsi

DPR
Titiek Soeharto: Perempuan  Punya Peran Penting untuk Mencegah Korupsi

Titiek Soeharto: Perempuan Punya Peran Penting untuk Mencegah Korupsi

DPR
Tingkatkan Daya Saing Global, Komisi VII DPR RI Dorong Transformasi Digital PT PAL

Tingkatkan Daya Saing Global, Komisi VII DPR RI Dorong Transformasi Digital PT PAL

DPR
Sampaikan Hasil Kerja DPR, Puan Pastikan Anggota DPR Bakal Kawal Aspirasi Rakyat

Sampaikan Hasil Kerja DPR, Puan Pastikan Anggota DPR Bakal Kawal Aspirasi Rakyat

DPR
DPR RI Resmi Sahkan RUU Penyesuaian Pidana Jadi UU

DPR RI Resmi Sahkan RUU Penyesuaian Pidana Jadi UU

DPR
Resmi, DPR Tetapkan Pansus RUU Desain Industri dan Pansus RUU Hukum Perdata Internasional

Resmi, DPR Tetapkan Pansus RUU Desain Industri dan Pansus RUU Hukum Perdata Internasional

DPR
Bangun Ikatan Emosional, DPR dan Jurnalis Parlemen Perkuat Komitmen

Bangun Ikatan Emosional, DPR dan Jurnalis Parlemen Perkuat Komitmen "Open Parliament"

DPR
Puan Tegaskan Komitmen RI Perkuat Kerja Sama Strategis dengan China

Puan Tegaskan Komitmen RI Perkuat Kerja Sama Strategis dengan China

DPR
DPR RI–Parlemen Hungaria Bahas Kerja Sama di Bidang Pendidikan hingga Keamanan Siber

DPR RI–Parlemen Hungaria Bahas Kerja Sama di Bidang Pendidikan hingga Keamanan Siber

DPR
Puan Minta Pejabat Jaga Ucapan saat Tanggapi Bencana: Prioritaskan Empati, Bukan Komentar

Puan Minta Pejabat Jaga Ucapan saat Tanggapi Bencana: Prioritaskan Empati, Bukan Komentar

DPR
Tetapkan Pedoman Pengelolaan TVR Parlemen, DPR Perkuat Kualitas Penyiaran untuk Transparansi Informasi Publik

Tetapkan Pedoman Pengelolaan TVR Parlemen, DPR Perkuat Kualitas Penyiaran untuk Transparansi Informasi Publik

DPR
Sampaikan Duka Cita, Adies Kadir Ajak Dunia Usaha Perkuat Pemulihan di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sampaikan Duka Cita, Adies Kadir Ajak Dunia Usaha Perkuat Pemulihan di Aceh, Sumut, dan Sumbar

DPR

Copyright 2008 - 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com