BUMDes Bisa Untung Rp Miliar Per Tahun, Wakil Ketua DPR Ajak Desa Manfaatkan Koperasi Merah Putih

Kompas.com - 23/06/2025, 12:53 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa. 

Salah satu terobosan strategis yang didorong adalah pemanfaatan dana desa sebagai kolateral atau jaminan untuk mengakses pembiayaan produktif.

“Desa bisa memanfaatkan dana desa bukan untuk dibelanjakan langsung, tetapi sebagai kolateral. Nanti Bank Himbara yang akan membantu koperasi desa. Jadi, desa bisa berdaya tanpa terus bergantung ke dana pusat,” ujar Cucun melalui siaran persnya, Senin (23/6/2025).

Dia mengatakan itu usai kegiatan reses yang dihadiri para kepala desa se-Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar), Jumat, (20/6/2025). 

Cucun mencontohkan, keberhasilan salah satu badan usaha milik desa ( BUMDes) kini mampu mencatatkan omzet hingga Rp 4,5 miliar per tahun dengan laba bersih mencapai Rp 1 miliar. 

Baca juga: Dorong Sinkronisasi Pembangunan Desa, Wakil Ketua DPR Gelar Dialog Lintas Level Pemerintahan

Keuntungan ini, kata dia, langsung menjadi pendapatan asli desa (PADes) yang kemudian digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan lokal, dari infrastruktur hingga layanan sosial. 

Cucun mengatakan, jika BUMDes bisa sehat dan mandiri, pembangunan desa akan berjalan lebih cepat. 

“Bahkan, tidak perlu lagi setiap tahun menunggu dana pusat. PADes ini jadi sumber kekuatan desa dalam mengambil keputusan dan menentukan arah pembangunan,” jelasnya.

Pimpinan DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu juga menegaskan pentingnya transformasi cara pandang dalam pengelolaan dana desa untuk memperkuat kemandirian ekonomi pedesaan. 

Cucun menekankan, desa tidak boleh selamanya bergantung pada bantuan pusat, melainkan harus mampu membangun kekuatan ekonomi lokal melalui koperasi dan BUMDes.

Baca juga: Anggota DPR: Penjualan 5 Pulau RI di Situs Online Ilegal dan Langgar Hukum

Menurutnya, kunci dari semua itu terletak pada pola pikir kepala desa. Selama kepala desa memiliki mindset membangun dan tidak hanya mengandalkan dana hibah atau proyek dari atas, ekonomi desa bisa bergerak lebih maju. 

“Kalau kepala desanya punya semangat dan visi ekonomi yang kuat, maka koperasi dan BUMDes bisa menjadi instrumen penting dalam mendorong kemandirian. Kita butuh pemimpin desa yang punya jiwa entrepreneur,” paparnya.

Di akhir pertemuan, Cucun mengajak para kepala desa untuk memanfaatkan momentum itu dengan lebih progresif. 

Ia juga menyampaikan bahwa DPR RI siap mendukung regulasi maupun penguatan kelembagaan desa agar koperasi dan BUMDes bisa benar-benar menjadi ujung tombak ekonomi nasional. 

Baca juga: Koperasi Merah Putih Pertama Resmi Berdiri di Banyumas, Berjarak 200 Meter dari Makam Kakek Prabowo

“Ekonomi nasional itu tumbuh dari bawah, dari desa. Maka kalau desa kuat, negara pasti kuat,” katanya.

 

 

Terkini Lainnya
Refleksi Ramadhan di Parlemen, Puan Serukan Solidaritas Tanpa Sekat di DPR

Refleksi Ramadhan di Parlemen, Puan Serukan Solidaritas Tanpa Sekat di DPR

DPR
Anggota DPR Aceh Bantah Klaim Pemulihan Listrik 97 Persen, Desak Menteri ESDM Percepat Penanganan

Anggota DPR Aceh Bantah Klaim Pemulihan Listrik 97 Persen, Desak Menteri ESDM Percepat Penanganan

DPR
Komisi X Desak Pemerintah Jamin Hak Pendidikan Anak Terdampak Bencana

Komisi X Desak Pemerintah Jamin Hak Pendidikan Anak Terdampak Bencana

DPR
Kunker ke Semarang, Komisi VI DPR Soroti Serapan Gula Rakyat oleh Pabrik

Kunker ke Semarang, Komisi VI DPR Soroti Serapan Gula Rakyat oleh Pabrik

DPR
Peringati Hati Antikorupsi Sedunia, Puan Maharani: Perempuan Harus Jadi Benteng Awal Melawan Korupsi

Peringati Hati Antikorupsi Sedunia, Puan Maharani: Perempuan Harus Jadi Benteng Awal Melawan Korupsi

DPR
Titiek Soeharto: Perempuan  Punya Peran Penting untuk Mencegah Korupsi

Titiek Soeharto: Perempuan Punya Peran Penting untuk Mencegah Korupsi

DPR
Tingkatkan Daya Saing Global, Komisi VII DPR RI Dorong Transformasi Digital PT PAL

Tingkatkan Daya Saing Global, Komisi VII DPR RI Dorong Transformasi Digital PT PAL

DPR
Sampaikan Hasil Kerja DPR, Puan Pastikan Anggota DPR Bakal Kawal Aspirasi Rakyat

Sampaikan Hasil Kerja DPR, Puan Pastikan Anggota DPR Bakal Kawal Aspirasi Rakyat

DPR
DPR RI Resmi Sahkan RUU Penyesuaian Pidana Jadi UU

DPR RI Resmi Sahkan RUU Penyesuaian Pidana Jadi UU

DPR
Resmi, DPR Tetapkan Pansus RUU Desain Industri dan Pansus RUU Hukum Perdata Internasional

Resmi, DPR Tetapkan Pansus RUU Desain Industri dan Pansus RUU Hukum Perdata Internasional

DPR
Bangun Ikatan Emosional, DPR dan Jurnalis Parlemen Perkuat Komitmen

Bangun Ikatan Emosional, DPR dan Jurnalis Parlemen Perkuat Komitmen "Open Parliament"

DPR
Puan Tegaskan Komitmen RI Perkuat Kerja Sama Strategis dengan China

Puan Tegaskan Komitmen RI Perkuat Kerja Sama Strategis dengan China

DPR
DPR RI–Parlemen Hungaria Bahas Kerja Sama di Bidang Pendidikan hingga Keamanan Siber

DPR RI–Parlemen Hungaria Bahas Kerja Sama di Bidang Pendidikan hingga Keamanan Siber

DPR
Puan Minta Pejabat Jaga Ucapan saat Tanggapi Bencana: Prioritaskan Empati, Bukan Komentar

Puan Minta Pejabat Jaga Ucapan saat Tanggapi Bencana: Prioritaskan Empati, Bukan Komentar

DPR
Tetapkan Pedoman Pengelolaan TVR Parlemen, DPR Perkuat Kualitas Penyiaran untuk Transparansi Informasi Publik

Tetapkan Pedoman Pengelolaan TVR Parlemen, DPR Perkuat Kualitas Penyiaran untuk Transparansi Informasi Publik

DPR

Copyright 2008 - 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com