Suriname Meminta Indonesia Mengirimkan Pelatih Pencak Silat dan Bulutangkis

Alek Kurniawan
Kompas.com - Rabu, 21 Agustus 2019
Suriname Meminta Indonesia Mengirimkan Pelatih Pencak Silat dan BulutangkisDok. Humas DPR RIDelegasi Parlemen Indonesia di Pimpin oleh Wakil Ketua DPR Utut Adianto melakukan pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Suriname diwakili oleh Minister of Regional Development Edgar Dikan, Selasa (20/8/2019)

KOMPAS.comIndonesia melalui DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Suriname. Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto selaku pimpinan kunjungan kali ini mengatakan Indonesia telah bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Menteri Pendidikan dan Budaya (Mendikbud), dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Suriname.

“Dalam pertemuan tadi, secara khusus Menteri Olahraga meminta dikirim pelatih pencak silat untuk kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah Suriname,” ujar Utut melalui rilis tertulis, Rabu (21/8/2019).

Selain itu, lanjutnya, Mendikbud Suriname juga menjelaskan bahwa ekstrakurikuler pencak silat akan dijadikan sebagai alat untuk memperkuat karakter anak-anak.

Tak hanya olahraga beladiri pencak silat, pemerintah Suriname juga tertarik untuk meningkatkan kemampuan bulu tangkis negaranya.

Baca juga: Museum DPR RI Jadi Objek Vital Perjalanan Parlemen Indonesia

Potensi Indonesia yang merupakan penguasa dunia bulutangkis membuat Menteri Olahraga Suriname terkesan. Dia pun meminta agar dikirimikan para pelatih bulutangkis.

“Selain itu mereka juga minta pelatih badminton karena di Benua Amerika ini ‘kan ada pekan American Games, seperti Asian Games di kita. Cabang badminton dimasukkan ke dalam cabang yang dipertandingkan. Itulah kenapa mereka minta pelatih untuk kedua hal itu,” ujar Utut.

Menurut Utut, Indonesia harus bisa mengabulkan permintaan ini. Selain untuk memperkuat hubungan kedua bangsa, ini juga makin menunjukkan kiprah Indonesia dalam menguasai beberapa cabang olahraga.

“Yaitu pencak silat dan tentu saja badminton,” jelas Utut.

Pertukaran pelajar

Secara khusus, Utut juga melakukan pertemuan dengan Mendikbud Suriname. Dalam pertemuan itu, Mendikbud meminta agar Indonesia memperbanyak penerima Darmasiswa.

Darmasiswa sendiri adalah beasiswa yang diberikan kepada pelajar asing yang negaranya memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. Adapun beasiswa ini memberikan peluang warga negara asing untuk mempelajari bahasa, seni, dan budaya Indonesia.

“Untuk Mendikbud ada keinginan meminta diperbanyak Darmasiswa dan pertukaran antara siswa dari Suriname dan Indonesia. Itu tentu akan kami teruskan ke Menteri Kebudayaan,” kata Utut.

Pada kesempatan itu, Mendikbud Suriname juga menyatakan kekagumannya dengan pendidikan Indonesia. Pasalnya, dengan jumlah manusia yang hampir 520 kali lipat lebih banyak dari Suriname, Indonesia bisa mendidik bangsa.

Baca juga: Indonesia dan Suriname Jajaki Kerja Sama Antar-Parlemen

Utut menjelaskan bahwa Indonesia dan Suriname mempunyai ikatan batin yang kuat. Masalah utamanya adalah jarak yang begitu jauh yang memisahkan kedua negara.

''Kebetulan juga penduduk Suriname relatif sedikit sehingga kita menganggap untuk bisnis ini bukan pasar yang potensial. Tetapi kalau menurut hemat saya di sini peluang untuk investasi. Peluang untuk mengembangkan usaha masih sangat terbuka lebar,” urai Utut.

Bayangkan, lanjutnya, dengan jumlah penduduk yang kurang dari 600.000 jiwa, luas wilayahnya sama dengan Pulau Jawa.

“Bahkan, luas hutannya masih 97 persen. Jadi ini salah satu yang sebetulnya potensi yang dahsyat kalau kita bisa manfaatkan dalam hal positif,” tutupnya.

PenulisAlek Kurniawan
EditorAlek Kurniawan
Terkini Lainnya
Lewat Pameran, Museum DPR Ingin Masyarakat Tahu Sejarah Parlemen RI
Lewat Pameran, Museum DPR Ingin Masyarakat Tahu Sejarah Parlemen RI
DPR
Ketua DPR: Karhutla Bisa Dicegah Jika Pemda Peduli Hutan
Ketua DPR: Karhutla Bisa Dicegah Jika Pemda Peduli Hutan
DPR
DPR RI Segera Bahas Penundaan Pengesahan RUU KUHP
DPR RI Segera Bahas Penundaan Pengesahan RUU KUHP
DPR
Fadli Zon: Karhutla Jadi Pukulan Telak Bagi Diplomasi Sawit Indonesia
Fadli Zon: Karhutla Jadi Pukulan Telak Bagi Diplomasi Sawit Indonesia
DPR
Terkait Karhutla, Fadli Zon Minta Pemerintah Reformasi Industri Perkebunan Sawit
Terkait Karhutla, Fadli Zon Minta Pemerintah Reformasi Industri Perkebunan Sawit
DPR
Kunjungi Tajikistan, Fahri Hamzah Minta Indonesia Harus Belajar dari Soekarno
Kunjungi Tajikistan, Fahri Hamzah Minta Indonesia Harus Belajar dari Soekarno
DPR
DPR Minta Pemerintah Serius Hadapi Bocornya Data Penumpang Lion Air
DPR Minta Pemerintah Serius Hadapi Bocornya Data Penumpang Lion Air
DPR
Pimpinan DPR RI Terima Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Keuangan Semester I
Pimpinan DPR RI Terima Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Keuangan Semester I
DPR
Acara HUT DPR RI Ditutup dengan Pertandingan Bulu Tangkis
Acara HUT DPR RI Ditutup dengan Pertandingan Bulu Tangkis
DPR
Fadli Zon: Budaya Islam Telah Menyatu dengan Tradisi Daerah
Fadli Zon: Budaya Islam Telah Menyatu dengan Tradisi Daerah
DPR
Kelima Capim KPK Hadir pada Rapat Paripurna DPR
Kelima Capim KPK Hadir pada Rapat Paripurna DPR
DPR
Bamsoet: Lomba Burung Berkicau Dekatkan DPR dengan Masyarakat
Bamsoet: Lomba Burung Berkicau Dekatkan DPR dengan Masyarakat
DPR
Ketua DPR RI Resmikan Monumen Dr. Sulistiyo
Ketua DPR RI Resmikan Monumen Dr. Sulistiyo
DPR
Bamsoet: Pentingnya Penanaman Ideologi Pancasila bagi Generasi Muda
Bamsoet: Pentingnya Penanaman Ideologi Pancasila bagi Generasi Muda
DPR
Sah, Komisi III DPR Tetapkan Firli Bahuri sebagai Ketua KPK
Sah, Komisi III DPR Tetapkan Firli Bahuri sebagai Ketua KPK
DPR